Mungkin ada beberapa teman di luar sana yang sudah mulai gerah kerja sama orang.
Diilhami oleh seorang teman yang sukses, saya ingin menjadi seorang enterpreneur.
Pernah mencoba di tahun 2001 berbekal pinjaman dari orangtua dan.. gagal. Karena salah perhitungan, malu uang hilang dan sedikit trauma, akhirnya saya melamar kerja di sebuah perusahaan dan ternyata saya bertemu dengan istri saya di perusahaan tersebut. Mungkin udah dari sananya harus begitu (bukan pembenaran lho). Sejak menikah tahun 2004 dan dikaruniai seorang putra, keinginan itu saya pendam.
Takut gagal, takut istri dan anak ga bisa makan.
Karena gaji yang pas-pasan, modal gak pernah bisa terkumpul.
Kebetulan saya mempunyai seorang saudara yang berprofesi sebagai financial planner - Perencana keuangan (bener ga nih bahasa indonesia nya?).
Dia baru merintis usahanya, mendirikan sebuah perusahaan jasa financial plan bersama beberapa orang rekannya. Dasar dari sananya emang orangnya keukeuh, dengan pantang menyerah dia meyakinkan saya bahwa saya harus memulai berinvestasi dan 'ini akan ada manfaatnya' untuk saya dan keluarga kelak.
Pertama kali dia datang menawarkan jasanya, saya sama sekali tidak mengerti apa maksudnya dan bayangan uang hilang sempat terbersit.
TUJUAN LO APA?™
Pertanyaan pertama yang dia ajukan kepada saya (dan menjadi trademarknya).
What are you gonna do with your money?
You should have known what your goals are.
Dreams are just dreams. But goals – are dreams with plans and a deadline!
RISIKONYA APA? KALAU GAGAL GIMANA?
Tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang pasti terjadi tanpa syarat.
Semua ada kondisinya masing-masing. Setiap usaha pasti ada resikonya.
Pertanyaan, pernyataan dan jawaban pedas keluar dari mulutnya. Memang dari bayinya dia udah gitu. Tapi ucapan-ucapannya (yang emang bener sih) menyadarkan saya bahwa saya harus melakukan sesuatu dengan uang yang saya miliki. Saya harus punya rencana.
Dengan memanfaatkan sisa uang dari pesta pernikahan dan membuat kesepakatan - saya harus tertib menyisihkan uang yang tidak terpakai setiap bulannya.
Kalo disimpen di bank, udah tau lah kira-kira bunga nya berapa, itung-itung coba-coba, apa sih maunya nih sepupu..
Setelah berjalan selama kurang lebih beberapa bulan dan melihat perkembangan investasi yang dijalankan, saya kaget, bergairah dan sejak itu saya mulai MAU TAU tentang investasi yang saya jalankan, apa yang saya investasikan, kemana saya investasikan dan untuk apa investasi itu dijalankan.
Ga pernah terpikirkan sebelumnya untuk mengelola keuangan secara tertib. Ga pernah tau bagaimana cara menghitung biaya yang diperlukan untuk hidup di masa depan, bahkan setelah punya anak.
Ternyata, hanya untuk menghitung, caranya sangat mudah, tentu kalau kita tau rumusnya, MAU TAU caranya dan yang terpenting adalah MAU merencanakan segala sesuatunya dengan penuh tanggung jawab - terhadap diri sendiri.
Tulisan ini bukan sebuah bentuk promosi. Saya merasakan manfaatnya dan ingin berbagi, bagi yang membutuhkan dan MAU TAU.
Setidaknya bagi saya ini adalah suatu usaha saya untuk merencanakan sesuatu untuk anak-anak saya kelak dengan setiap 'receh' yang bisa saya kumpulkan.
Terimakasih Win.
What about you now?
Apa sih investasi? What about it?
Apa itu mutual fund (reksadana)?
What about insurance? do i need it?
What is insurance link product?
You can find answers on her page, juct click :

FINANCIAL PLAN NOW!
We Are Responsible For Our Own Finances.
LIGWINA HANANTO
0 comments:
Post a Comment