EXCLUSIVE ON LARRY KING LIVE, CNN
This man.. after i heard this interview, he is so smart. I feel peace in his answers.
He is right. It's all just about the US's excuses, not the world.
SPEAKS OUT
IRAN NOT HOSTILE
ON JEWS
ON NUKE
2 CLOWNS GO TO HELL
When these two clowns had their presidential candidates debates, i feel terrible.
What the future is going to be for my children?
They want war, peace to the world you said?
They want to rule the world
They want to know other people's business
They have the rights for everything, other country doesn't
Go to hell.
Sunday, September 28, 2008
AHMADINEJAD
Posted by
sidaut
0
comments
Friday, September 26, 2008
Project 10100
May Those Who Help The Most Win
Google is looking for better ideas - There are will be 5 winners and the prize will be 10 million dollars in total.Project 10100 is a call for ideas to change the world by helping as many people as possible.
Here are the categories in which we'll be considering ideas.
- Community: How can we help connect people, build communities and protect unique cultures?
- Opportunity: How can we help people better provide for themselves and their families?
- Energy: How can we help move the world toward safe, clean, inexpensive energy?
- Environment: How can we help promote a cleaner and more sustainable global ecosystem?
- Health: How can we help individuals lead longer, healthier lives?
- Education: How can we help more people get more access to better education?
- Shelter: How can we help ensure that everyone has a safe place to live?
- Everything else: Sometimes the best ideas don't fit into any category at all.
www.project10tothe100.com
or just
Submit your idea
any ideas guys?
Posted by
sidaut
0
comments
Wednesday, September 17, 2008
DINAR IRAK - SEPTEMBER 2008
MANA JANJINYA?
Udah bulan September 2008 nih.
Mana janji surga dan keuntungan ribuan kali yang 'dijanjikan' para spekulan dinar irak yang tersohor itu? Dari awal tahun 2008 mereka bilang, nanti tengah taun, nanti bulan agustus.. nanti.. nanti.. harusnya sekarang ya? mana harga minyak dunia kan tinggi banget.. bukan begitu analisa para pakar spekulan dinar irak?
Jadi? yang kemaren ngomong ga apa-apa rugi dikit sekarang gimana? masih tetep ga apa-apa?
Yang kasih jaminan uang kembali ada kan? mereka mau beli lagi dinar irak itu dengan harga yang.. ya pasti lebih murah sih.. yang jelas mereka ga boleh rugi. :)
Saran saya : KEJAR PARA SPEKULAN ITU.
Selamat lari-lari ya mas.. ihh.. gemes deh..
Buat udah baca blog ini sebelumnya dan tetep beli, kenapa dong?
related post :
IS IRAQI DINAR WORTH YOUR MONEY?
DINAR IRAK
IRAQI DINAR - DINAR IRAK
AMERICAN TROOPS IN IRAQ - GOD BLESS AMERICA?
AN INTERVIEW PART 1
AN INTERVIEW PART 2
Posted by
sidaut
0
comments
Labels: dinar irak, indonesia, irak, myreview
Tuesday, September 16, 2008
GOOGLING
CARI AJA DI GOOGLE
Manusia memang ga pernah merasa cukup. Saya pengen tau tentang banyak hal di dunia ini. Selain memang kemampuan dan kapasitas manusia, saya khususnya sebagai individu memang sangat terbatas, saya ingin mewarisi semua kemampuan, pengetahuan saya kepada anak-anak saya khususnya dan sharing, berbagi kepada orang yang memang membutuhkan umumnya, insyaallah.
Jangan aneh kalo jaman sekarang, kita mau tau tentang sesuatu dan bertanya kepada seseorang yang kita anggap layak untuk ditanya, karena dia memang mempunyai KAPASITAS dan PENGETAHUAN tentang hal yang akan kita tanyakan.. kita akan mendapat jawaban : "SEARCH (cari) aja di GOOGLE.."
Solusi (menjawab) yang akhir-akhir ini sering dikumandangkan dengan gagahnya seakan-akan itu adalah solusi yang terbaik, jawaban yang paling tepat, dan keren? canggih..? SMART ANSWER?
Seakan-akan pihak yang BERTANYA adalah seorang yang MALAS yang tidak mau USAHA mencari JAWABAN SENDIRI? Saya yakin, dilubuk hati pihak yang DITANYA dia berkata.. : "MALES amat sih lu.. tinggal cari di google aja susah amat"
Ada 3 orang yang saya TANYA tentang sesuatu karena saya emang pengen BELAJAR dan memang bener-bener saya NGGA TAU. Bukan saya NGGA MAU ato MALES NYARI tapi, WHAT'S WRONG WITH THAT? Saya udah cari, dapet, tapi yang saya dapet terlalu LUAS. You can find MILLION THINGS in GOOGLE.. tapi saya ingin BELAJAR dan lebih spesifiknya, BERGURU.
Bukankah tempat bertanya adalah SUMBER ILMU?
Jika seseorang BERTANYA tentang APAPUN kepada anda, pihak yang BERTANYA menganggap anda bisa MENOLONG, MENGAJARKAN, SHARING, BERBAGI dan hal-hal yang saya rasa MULIA.
Tidak pernahkah terlintas di pikiran anda, yang DITANYA, bahwa anda adalah orang yang mungkin :
LEBIH BERUNTUNG?
LEBIH BERILMU?
LEBIH MAMPU?
LEBIH TAU?
Pendapat orang boleh beda-beda, setiap orang bebas mempunyai pendapat masing-masing.
Jaman sekarang orang PELIT ILMU (takut ilmunya dicolong, orang lebih hebat, jatah periuk nasinya diambil, takut tersaingi), MONEY ORIENTED (kalo dikasih duit pasti mau jawab) dan MALAS.
Bukan orang yang BERTANYA (mau BELAJAR dan BERGURU) yang malas..
Tapi orang yang DITANYA yang MALAS.
MALAS untuk MENJAWAB.
MALAS untuk MENOLONG
MALAS untuk MEMBERI dan BERBAGI..
Untuk itu saya ucapkan, banyak terimakasih :)
Posted by
sidaut
0
comments
Sunday, September 14, 2008
BATIK DARI CHINA
CHINA NIKMATI BOOMING BATIK DI INDONESIA
Perkembangan batik sejak dua tahun terakhir patut diacungi jempol. Batik yang pada mulanya hanya dikonsumsi oleh beberapa kalangan, saat ini bertumbuh pesat. Di tengah pergolakan dunia mode yang selalu berkiblat ke arah Barat, batik ternyata mampu menjadi tren baru. Bahkan, muncul istilah booming batik di kalangan anak muda.
Seperti tak mau ketinggalan dengan produk tekstil lain, batik tak hanya sebagai kain pembungkus badan atau yang biasa digunakan oleh para ibu untuk menggendong balita mereka. Kain batik ternyata mampu mengalami masa pancaroba untuk lebih memasyarakat dengan siapa saja.
Sebenarnya batik sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Akan tetapi kala itu, hanya keluarga raja atau keturunan keraton yang menggunakan batik dalam kesehariannya.
Seiring dengan perkembangan zaman, batik mampu menjadi trade mark dan dipakai oleh masyarakat dari kalangan mana saja tanpa lagi melihat status ataupun jabatan.
Pada era sebelum reformasi, batik sudah banyak digunakan, tetapi lebih banyak dipakai oleh para pejabat atau para bangsawan berdarah biru.
Saat ini kita bisa melihat siapa saja bisa mengenakan batik. Hanya saja, tak sedikit yang lupa dengan kerajinan asli Indonesia tersebut sehingga tidak lagi bisa membedakan produk negeri ini, meski selalu dielu-elukan sebagai identitas bangsa.
Batik yang asal katanya niba (malam/lilin), yang jatuh ke kain dan nitik (titik-titik dalam kain). Batik mengungkapkan makna mendalam dari perjuangan masyarakat Indonesia. Mulai dari pemilihan kain dan alat pembatik, teknik melukiskan titik-titik menjadi indah, serta keahlian yang membutuhkan ketelatenan tersendiri.
Canting adalah alat melukis dengan malam mendidih pada kain berpola. Tak semua orang bisa melakukannya.
Pembuatan batik tulis tradisional membutuhkan waktu 1-3 bulan, mulai dari membuat pola, menggambar lukisan, menggodok kain dan membersihkan malah, hingga pencucian yang berulang.
Batik tak dibuat dengan sembarangan karena memang bernilai budaya bangsa. Batik juga berkembang tak hanya dipakai sebagai kain atau baju. Beragam pakaian semiformal, celana, beragam produk interior, sepatu, hingga sendal, kini banyak yang bernuansa batik, seperti Pasar Tanah Abang dan Mangga Dua, Jakarta.
BOOMING
Kreativitas ini pula yang telah merangsang booming permintaan terhadap produk batik. Pusat belanja tradisional maupun modern pun banyak yang bernuansa batik.
"Animo masyarakat untuk menggunakan batik jauh meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya," ujar Rofiah, perajin batik asal Pekalongan yang juga pedagang di Pasar Tanah Abang.
Hanya saja, produk China selalu mengintai pasar. Anda boleh saja terkejut. Produk batik yang selama ini dibanggakan sebagai warisan budaya dan identitas bangsa ternyata banyak ditiru oleh negara lain.
Banyak juga orang Indonesia yang mengimpornya, buktinya impor tekstil batik China mulai membanjiri pasar dalam negeri.
Sepintas memang tidak tampak perbedaan antara batik tradisional dan tekstil printing bermotif batik buatan China. Perlu sedikit jeli untuk melihat perbedaan di antara keduanya.
Ika B.S. Wahyudi, Bendahara Yayasan Batik Indonesia, mengatakan banyak perbedaan batik tradisional dengan tekstil printing China. Batik dalam negeri juga memiliki kekhasan dari setiap daerah.
Batik tradisional motifnya dilukis dengan canting dan lilin sehingga aromanya kentara sekali.
Adapun, printing China dilukis dengan tinta atau sablon. Motif yang dihasilkan printing sangat rapi dan tidak ada tinta yang meleleh ke mana-mana.
Batik tradisional kelihatan timbal-balik atau dua sisi, sedangkan produk China hanya satu sisi.
Batik printing China biasanya dijual dalam bentuk bal-balan (gulungan besar) sehingga bisa didesain atau dipola sesuai dengan keinginan para importir. Harganya sangat bersaing, selain model yang ditawarkan cukup trendi dan mentereng.
Baju batik tulis tradisional harganya Rp200.000-Rp350.000 per potong, sedangkan batik printing bisa didapatkan dengan Rp40.000 per potong. "Produk China harganya lebih murah dan warnanya lebih mentereng. Tekstil batik printing China mengancam kelangsungan perajin batik tradisional," ujar Ika.
Jenis dan corak batik tradisional sangat banyak. Tinggal bagaimana perajin mempertajam kekhasan produknya. Tentunya, pemerintah dituntut ikut menjaga batik sebagai produk dalam negeri.
"Seharusnya pemerintah menindak impor ilegal dari China. Kita memang tidak perlu lagi mengimpor bahan bermotif batik karena di dalam negeri sendiri sudah produksi," ujar Sekjen Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G. Ismy.
Jika produk China dibiarkan merambah pasar dalam negeri, mematikan industri kecil.
Industri batik dalam negeri akan kolaps, pengangguran meledak, kredit menjadi macet, serta pendapatan pajak pemerintah menyusut.
Terlepas dari siapa yang harus bertanggung jawab, adalah kewajiban kita untuk bisa menjaga setiap produk dalam negeri.
Bukan hanya perajin, melainkan juga kita sebagai konsumen harus lebih kritis lagi dalam mengonsumsi produk apa saja.Hebat ya kita? apalagi berikutnya ya?
taken from bisnis indonesia online
Posted by
sidaut
2
comments
Labels: art and design, indonesia, senirupa
Monday, September 08, 2008
KISAH SEDIH SENIMAN & PENGRAJIN INDONESIA
LAGI, KARYA INDONESIA DIPATENKAN OLEH BANGSA LAIN
Kisah sedih dialami Desak Suarti, seorang pengrajin perak dari Gianyar, Bali. Pada mulanya, Desak menjual karyanya kepada seorang konsumen di luar negeri. Orang ini kemudian mematenkan desain tersebut. Beberapa waktu kemudian, Desak hendak mengekspor kembali karyanya. Tiba-tiba, ia dituduh melanggar Trade Related Intellectual Property Rights (TRIPs). Wanita inipun harus berurusan dengan WTO.
“Susah sekarang, kami semuanya khawatir, jangan-jangan nanti beberapa motif asli Bali seperti ‘patra punggal’, ‘batun poh’, dan beberapa motif lainnya juga dipatenkan” kata Desak Suarti dalam sebuah wawancara.
Kisah sedih Desak Suarti ternyata tidak berhenti sampai di sana. Ratusan pengrajin, seniman, serta desainer di Bali kini resah menyusul dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga negara asing. Tindakan warga asing yang mempatenkan desain warisan leluhur orang Bali ini membuat seniman, pengrajin, serta desainer takut untuk berkarya.
Salah satu desainer yang ikut merasa resah adalah Anak Agung Anom Pujastawa. Semenjak dipatenkannya beberapa motif desain asli Bali oleh warga asing, Agung kini merasa tak bebas berkarya. “Sebelumnya, dalam satu bulan saya bisa menghasilkan 30 karya desain perhiasan perak. Karena dihinggapi rasa cemas, sekarang saya tidak bisa menghasilkan satu desain pun,” ujarnya hari ini.
Potret di atas adalah salah satu gambaran permasalahan perlindungan budaya di tanah air. Cerita ini menambah daftar budaya Indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, Reog Ponorogo, Lagu Rasa Sayang Sayange, dan lain sebagainya.
DARI SAYA
Saya kagum dengan pemerintah Indonesia yang tidak mempunyai rasa peduli terhadap karya anak bangsa.
Ya, anda semua para aparat pemerintah Indonesia TOLOL (dan teman-temannya)!
Anda hanya memikirkan bagaimana membuat perut anda semua semakin buncit dan menumpuk semua uang haram untuk diwariskan kepada anak cucu kalian. (Anak, cucunya juga emang pada ga punya urat malu sih). Pemerintahan yang sangat korup, hukum yang bisa dibeli dengan uang. Semua berita korupsi yang ada di tv itu kalo bukan drama ya ujung-ujungnya duit semua karena ga ada yang dapet jatah.
Saya tahu, saya hanya sibuk dan marah sendiri. Lumpur LAPINDO aja kaga di gubris, apalagi masalah yang laen. Ya ngga? Gak ngerti.. bisa segitu lempeng dan ga pedulinya. Emang udah ditutup kuping, hati dan lainnya. Beritanya sekarang tenggelam. Media juga bisu semua.
That's the true money power and good political will.. kompak sekali.. HEBAT! Sampai kapan nasib kita begini ya? Kadang saya suka mengkhayal. Di kehidupan berikutnya, kita bisa nonton mereka disiksa di neraka ga ya?
Posted by
sidaut
2
comments
Labels: art and design, indonesia, senirupa



