Thursday, May 28, 2009

BENGKEL HONDA KEBON JERUK JAKARTA - ASAL!

MOBIL SEMAKIN BERMASALAH, HATI-HATI!

Pulang ke Indonesia pengen seneng-seneng. Malah jadi kesel.
Mobil ga dipake selama 6 bulan dan parkir di Bogor sejak istri ikut ke Kuwait.
Sewaktu saya periksa ada beberapa masalah :
1. Window bagian supir udah susah naek kalo dibuka
2. Window sebelah supir (kiri) berisik sekali kalo dibuka & ditutup
3. Air wiper ga berfungsi, mungkin airnya kosong pikir saya, ketika saya isi, air nya mengucur deras ke kolong mobil
4. Kalo dibawa kenceng diatas 120, ban mobil bergetar, mungkin butuh balancing sekalian spooring
5. Tenaga udah agak kurang, sekalian tune up deh.

Suatu hari saya bermaksud untuk datang ke gerai telkomsel di Mall (duh lupa tar di revisi), sekalian maen ke kantor lama untuk ketemu temen-temen.
Ternyata gerai telkomsel tidak ada di mall tersebut. Berhubung udah nyampe situ, sekalian servis mobil deh di BENGKEL RESMI HONDA KEBON JERUK.

HARI PERTAMA
Yang menerima saya adalah Mr. A. Mobil saya titip di bengkel dari pukul 11 sampai pukul 6 sore.
• Masalah no. 1 & 3 terselesaikan, window bekerja dengan baik.
• Menurut pihak bengkel, selang air habis dimakan oleh tikus. Saya juga melihat kabel yang terkoyak koyak, namun ketika keluar dari bengkel, air wiper tidak keluar
• Ban mobil masih bergetar
• Karena lampu depan kanan berembun, pihak bengkel menawarkan untuk menghilangkan embun dengan cara membuka lampu, dan mengelem karet lampu, embun timbul karena ada lubang - keluar dari bengkel lampu terlilit lakban karena masih dalam proses pengeleman
• Tenaga tidak saya rasakan bedanya, hanya saja, setelan gas terlalu rendah. Jika gigi masuk dan saya mengerem, suara keletekan mesin terdengar, kalo bahasa istri saya : "kok kaya mau mati tiap di rem?"
• Keluar dari bengkel, klakson mati!

HARI KEDUA (keesokan harinya)
Karena masih ada garansi, walaupun jauh (Bogor-Kebon Jeruk Jakarta), saya memutuskan untuk balik lagi keesokan harinya untuk komplen masalah air wiper yang masih tidak berfungsi dan klakson yang mati - masalah roda dan mesin saya abaikan - Pikir saya, masalah sepele seperti air wiper aja ga kelar, klakson mati pula!
Keluhan saya sampaikah kepada Mr. A.
5 jam lebih hingga bengkel mau tutup saya menunggu. Saya liat bagian depan mobil dibongkar.
"Maaf pak, kemarin air wipernya lupa ngisi dan klakson emang udah rusak dan harus ganti sekitar 120 ribu pak"
Trus tadi ngapain aja dong? selama 5 jam mereka hanya mengelem ulang lampu depan!

Saya meminta bengkel dekat rumah di Bogor untuk memeriksa klakson, dan kalau harus diganti lebih baik saya beli klakson bekas yang agak murah (tanpa klakson, anda benar-benar diuji kesabaran mengemudi di indonesia)
Ternyata klakson masih berfungsi dengan baik, hanya saja sekringnya putus. Ha? bengkel resmi honda segede itu ga meriksa sekring? Sudahlah saya pikir.

BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Beberapa hari kemudian AC mati!
Di Jakarta ga pake AC = sauna gratis.
Kok bertubi-tubi ya? Kebetulan saya ada janji di sekitar tendean - kuningan keesokan harinya. Saya memutuskan untuk mengecek ke bengkel AC yang terdapat di 50 meter sebelum perempatan kuningan - mampang (Lily carwash).
Montir di situ melihat bahwa magnet kompresor AC tidak bekerja. Tok! dia ketok - AC berfungsi lagi. Magnet kompresor AC sudah lemah dan harus diganti.
"Hati hati pak, bengkel besar pasti akan mengganti seluruh komponen kompresornya dan itu mahal, bisa 3 juta lebih" Karena hari sudah terlalu sore, keesokan harinya saya memutuskan untuk balik lagi ke Kebon Jeruk sekalian komplen soal klakson.

Kali ini saya beralih kepada orang lain (bukan Mr. A) Petugas penerima (katakan Mr.B) yang menerima mendengarkan keluhan dan menjanjikan untuk memperbaiki pelayanannya. "Maaf pak kalau kami terlalu cepat mengambil kesimpulan (katanya tentang klakson)" . Pukul 4 saya di telp oleh pihak bengkel.
"Harus diganti magnet kompresornya pak, magnetnya 3 jutaan. Kalo komplit dengan kompresornya 1 unit total sekitar 4 juta"
"Kalo soal ban, ada karet (saya lupa) yang harus di ganti di kedua roda depan. Sekitar 1 juta lebih pak"
Wah, berat juga. Saya memutuskan untuk membatalkan semuanya.
Lalu pukul 6 kurang saya mengambil mobil. Ternyata Mr. A yang menerima dan DENGAN KETUS, dia mengambil tanda terima dari tangan saya. Lalu saya meminta beliau untuk menuliskan apa yang seharusnya saya ganti berikut harganya.
Lalu dia menulis :
1 unit kompressor AC 5 juta lebih dan biaya servicenya 350 ribu.
Lho? perasaan tadi di telp katanya total 4 juta?
"Trus karet untuk rodanya berapa?" lalu dia jawab : "Roda? roda apa pak? saya ga tau tuh, temen saya tadi ga bilang"

Silahkan anda ambil kesimpulan dari pengalaman saya ini.
Bengkel resmi yang lain, MUNGKIN lebih bagus.

UPDATE :
Saya sudah memperbaiki AC saya dengan TIDAK MENGGANTI UNIT KOMPRESOR di sebuah bengkel di jalan radio dalam (lupa namanya) dengan biaya yang jauh lebih murah - 1,2jt - dan BERFUNGSI DENGAN BAIK.
Bengkel tersebut terletak di sebelah kiri jalan (kalau kita menuju pondok indah)
Ada tulisan DENSO berukuran besar di luarnya.

Tuesday, May 12, 2009

INDOSATM2 TIDAK BERKEMBANG

KONEKSINYA SEMAKIN LAMBAT, BERHENTI BERLANGGANAN YUK?

KENAPA SAYA MAU BERLANGGANAN IM2?


Saya terpukau oleh kecepatan koneksi IM2 dari seorang teman.
Pertama kali saya berlangganan, saya sedang mengontrak rumah di kawasan Bintaro sektor 9. Disana, koneksi 3G tidak ada, hanya GPRS
(padahal ada petinggi IM2 yang tinggal tidak jauh dari tempat saya tinggal lho)
.

Ya ga apa apa lah, di kantor (kebon jeruk waktu itu) masih bisa dapet - pikir saya, walaupun harus naek ke lantai 3.

Di rumah orang tua saya - Ciputat (kampung utan) koneksinya juga hanya GPRS. Begitu pula di Bandung (Cigadung).

Saya juga sering menjajal koneksinya di rumah mertua di Bogor, di kawasan indraprasta (diatas loket tol). Di Bogor, koneksinya juga payah. Untuk koneksi mobile, saya tidak mempunyai pilihan lain saat itu.

1,5 tahun yang lalu, saya harus pindah bekerja ke Kuwait meninggalkan keluarga tercinta. Maka saya memutuskan untuk menambah 1 lagi koneksi IM2 untuk istri, koneksi IM2 yang pertama saya serahkan kepada adik & orangtua - dengan harapan saya bisa berkomunikasi dengan mereka kapan saja, dimana saja.

Skype merupakan pengobat rindu yang mujarab, namun IM2 lah penyakitnya.
Kadang nyambung, kadang ngga. Kadang nyambung, namun setiap beberapa menit putus.
Hidup segan, mati pun sering.

KUNJUNGAN DARI PIHAK IM2


Kemarin, tanggal 11 Mei 09, saya kebetulan sedang cuti di tanah air tercinta. Pihak IM2 mengajukan kunjungan kerja untuk bertemu langsung dengan beberapa pelanggan 'setia'nya.

"Kesempatan untuk komplain nih" saya pikir.
Namun keramah tamahan & penjelasan dari pihak IM2 membuyarkan niat saya untuk marah-marah. Kendala yang saya alami sudah saya sampaikan.

Yang luar biasa, dalam waktu 1 tahun terakhir - menurut pihak IM2 yang datang ke rumah - penjualan/pelanggan naik 400%! Hal ini disebabkan oleh jumlah pemakai internet di Indonesia yang semakin bertambah & wabah facebook juga menjadi salah satu faktor penyebabnya!
Jadi? Pelanggan & penjualan naik 400%, koneksi jadi semakin lelet karena pemakaian yang membludak!
Tapi itu memang hanya salah satu faktor saja dan tidak diantisipasi oleh IM2.
IM2 sedang meningkatkan kualitas pelayanannya.
Namun apapun itu alasannya dari pihak IM2, kan kita bayar pak?!.

Saat ini, saya sedang berada di rumah orangtua saya di Bandung.
Koneksinya? Amit amit! masuk aja susah bukan main. Besok saya mau survey provider lain ah!
2 tahun sudah saya berlangganan IM2.

BERHENTI BERLANGGANAN YUK? NANTI KALO UDAH KENCENG, KITA LANGGANAN LAGI!